<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Orangutan Information Centre - Bahasa Indonesia</title>
	<atom:link href="http://id.orangutancentre.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.orangutancentre.org</link>
	<description>Orangutan Information Centre in Bahasa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Jan 2011 08:12:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Roadshow PNPM-LMP di Aceh Selatan</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2011/01/roadshow-pnpm-lmp-di-aceh-selatan/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2011/01/roadshow-pnpm-lmp-di-aceh-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 08:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[CIMO]]></category>
		<category><![CDATA[Kluet Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kluet Timur]]></category>
		<category><![CDATA[MAU]]></category>
		<category><![CDATA[OIC]]></category>
		<category><![CDATA[Pasie Raja]]></category>
		<category><![CDATA[PNPM-LMP]]></category>
		<category><![CDATA[WCS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2007 Pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM Mandiri Pedesaan). Namun Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dalam Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai salah satu program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan belum banyak menyentuh aspek lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam, sehingga penggalian gagasan dan usulan kegiatan selama ini yang muncul dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tahun 2007 Pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM Mandiri Pedesaan). Namun Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dalam Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai salah satu program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan belum banyak menyentuh aspek lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam, sehingga penggalian gagasan dan usulan kegiatan selama ini yang muncul dari masyarakat yang terkait dengan aspek tersebut masih sedikit. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya agar aspek lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam menjadi bagian integral dari aktivitas pembagunan masyarakat di pedesaan.</p>
<p>Dengan pengintegrasian komponen lingkungan hidup dan pelestarian sumber daya alam kedalam Progam PNPM Mandiri Perdesaan, selanjutnya disebut dengan PNPM Lingkungan Mandiri Pedesaan (PNPM-LMP) maka kegiatan ini akan mengutamakan perbaikan dan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam secara lestari kedalam salah satu program nasional dalam penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi di Indonesia.</p>
<p>PNPM-LMP bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di pedesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan pedesaan melalui pengelolan lingkungan dan sumber daya alam secara lestari.  Disamping itu juga terdapat tujuan khusus yaitu meningkatkan  kesadaran masyarakat perdesaan,  kapasitas masyarakat dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang berkelanjutan serta meningkatkan tata pemerintahan lokal dalam perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan.</p>
<p>Untuk menyebarluaskan informasi tentang pelaksanaan PNPM-LMP ini maka diperlukan suatu kegiatan sosialisasi dan penyadartahuan kepada masyarakat desa terutama di daerah-daerah pilot project agar masyarakat paham dan mengerti tentang program ini. Sehingga masyarakat dapat membuat perencanaan yang matang dalam mengajukan usulan kegiatan yang terkait dengan perbaikan dan pengelolaan lingkungan serta sumber daya alam secara lestari di desanya.</p>
<p>Mobile Awareness Unit-Orangutan Information Centre (MAU-OIC) yang bergabung dalam PNPM-LMP untuk memberikan awareness (penyadaran) sekaligus sosialisasi tentang program ini dibawah koordinasi Conservation Information Mobile-Wildlife Conservation Society (CIMO-WCS) telah melakukan roadshow PNPM-LMP ke Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 12-21 Desember 2010.</p>
<p>Kabupaten Aceh Selatan termasuk salah satu dari tiga kabupaten selain Aceh Timur dan Aceh Tengah sebagai lokasi PNPM-LMP. Di Aceh Selatan terdapat tiga kecamatan yang menjadi pilot project yaitu Kluet Tengah, Kluet  Timur, dan Pasie Raja. Ketiga kecamatan tersebut memiliki tanah yang subur, hal ini memberikan keuntungan bagi usaha pertanian sebagai tulang-punggung ekonomi daerah. Potensi perekonomian bergantung pada komoditi kakao, kemiri, nilam, pinang, padi, palawija, serta tanaman sayuran, dan juga peternakan serta perikanan air tawar.</p>
<p>MAU-OIC selama roadshow ke Kabupaten Aceh Selatan telah mengunjungi enam desa yaitu Desa Krueng Kalee, Ujung Padang Raisan, Lawe Sawah, Ladang Tuha, Koto Menggamat, dan Desa Mersak. Dalam kegiatan roadshow ini dilakukan pemutaran film lingkungan dan diskusi dengan masyarakat. Dari diskusi yang dilakukan dengan masyarakat muncul pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan langsung dengan usulan yang diajukan masyarakat dalam BLM (Bantuan Langsung Masyarakat). Masyarakat juga menyampaikan alasan-alasan tentang usulan-usulan yang diajukan dalam PNPM-LMP. Salah satu pendapat yang disampaikan adalah masyarakat di daerah menyambut gembira dengan adanya PNPM-LMP dari pemerintah pusat tetapi juga merasa program ini akan sia-sia karena saat program ini dilaksanakan di suatu daerah untuk menyelamatkan lingkungan, sementara di sisi lain di daerah tersebut terjadi pengrusakan lingkungan yang dilakukan oleh pihak tertentu (perusahaan/oknum) karena mempunyai izin yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.</p>
<p>Selama roadshow, Tim MAU-OIC membagikan beberapa material penyadaran di desa-desa yang dikunjungi berupa buku untuk masyarakat berjudul ” Ayat-ayat Konservasi” yang berisi pandangan Islam tentang konservasi dan juga buku untuk anak-anak  berjudul ”Teman Hutan”. Di saat senggang Tim MAU-OIC juga membuka perpustakaan keliling untuk masyarakat.<a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/DSCF4581.jpg"><img src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/DSCF4581-300x225.jpg" alt="pemutaran film lingkungan" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-108" /></a><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/IMG_0241.jpg"><img src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/IMG_0241-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-109" /></a><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/IMG_0275.jpg"><img src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/IMG_0275-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-110" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2011/01/roadshow-pnpm-lmp-di-aceh-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASUS Foundation Tambah Tujuh Digital Opportunity Center</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/12/asus-foundation-tambah-tujuh-digital-opportunity-center/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/12/asus-foundation-tambah-tujuh-digital-opportunity-center/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 08:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Orangutan Information</dc:creator>
				<category><![CDATA[OIC Dalam Berita]]></category>
		<category><![CDATA[adoc]]></category>
		<category><![CDATA[asus]]></category>
		<category><![CDATA[asus foundation]]></category>
		<category><![CDATA[digital opportunity center]]></category>
		<category><![CDATA[taiwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Di penghujung tahun ini, ASUS Foundation bekerja sama dengan Institute for Information Industry (III) dari Taiwan mengumumkan dibukanya tambahan tujuh digital opportunity center (DOC) tersebar di Thailand dan Indonesia. Sejak 2008, ASUS Foundation dan III telah ikut serta menjadi bagian dari proyek APEC Digital Opportunity Center (ADOC) 2.0, yang memberikan edukasi digital [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 444px"><img title="ASUS – Serah terima simbolis bantuan Asus Foundation untuk Digital Opportunity Center." src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/01/0004144620X310.jpg" alt="ASUS – Serah terima simbolis bantuan Asus Foundation untuk Digital Opportunity Center." width="434" height="217" /><p class="wp-caption-text">ASUS – Serah terima simbolis bantuan Asus Foundation untuk Digital Opportunity Center.</p></div>
<div style="text-align: justify;">
<div id="foto1">
<div></div>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8211; Di penghujung tahun ini, ASUS Foundation bekerja sama dengan  Institute for Information Industry (III) dari Taiwan mengumumkan  dibukanya tambahan tujuh digital <em>opportunity center</em> (DOC)  tersebar di Thailand dan Indonesia. Sejak 2008, ASUS Foundation dan III  telah ikut serta menjadi bagian dari proyek APEC Digital Opportunity  Center (ADOC) 2.0, yang memberikan edukasi digital bagi wanita dan  anak-anak kurang mampu di kawasan APEC (Asia-Pacific Economic  Cooperation).</p>
<p>&#8220;Kami merasa terhormat untuk membantu lembaga  non-profit dalam kegiatan yang mulia ini. Mereka adalah pahlawan yang  sebenarnya, dengan mencoba meningkatkan kehidupan masyarakat, dan kami  berharap dapat memberikan kesempatan lebih untuk belajar secara  elektronik bagi semua orang di wilayah ini,&#8221; kata Ivy Lee, Chief  Operation Officer dari ASUS Foundation dalam siaran persnya, Selasa  (30/11/2010).</p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia, ASUS Foundation dan III mempersiapkan  pembukaan lima DOC, dua di antaranya difasilitasi oleh Yayasan Budha Tzu  Chi Wiyata yang telah diresmikan pada hari ini, Selasa (30/11/2010).  Dilanjutkan dengan peresmian dua DOC bertempat di Universitas Syiah  Kuala yang akan diresmikan pada Kamis, 2 Desember 2010 di , Banda Aceh.  Kemudian satu DOC bertempat di <strong>Orangutan Information Centre (OIC)</strong> yang  akan diresmikan pada Jumat, 3 Desember 2010. Sedangkan di Thailand, pada  1 Desember secara resmi akan dibuka dua DOC, bertempat di dalam kamp  Mae La dan Umpieum Mai. Digital opportunity center di kawasan APEC kini  sudah tersebar lebih dari 60 lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama dua tahun terakhir,  kolaborasi ini telah menjangkau lebih dari 15.000 orang, dan akan terus  melanjutkan gerakan ini untuk membantu memberikan kesempatan  pembelajaran elektronik (<em>e-learning</em>) bagi mereka yang tidak memiliki akses ke komputer. Di lokasi DOC tersebut akan dilengkapi dengan PC <em>all-in-one</em> dan notebook terbaru ASUS untuk mereka yang belum familiar dengan komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2010/12/01/0004566/ASUS.Foundation.Tambah.Tujuh.Digital.Opportunity.Center</p>
<p style="text-align: justify;">PS: Berita ini terkait dengan tulisan <strong><a rel="bookmark" href="../2010/12/yosl-oic-tandatangani-kontrak-kerjasama-dengan-apec-digital-opportunity-center-adoc/">YOSL-OIC Tandatangani Kontrak Kerjasama dengan APEC Digital Opportunity Center (ADOC)</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/12/asus-foundation-tambah-tujuh-digital-opportunity-center/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>YOSL-OIC Tandatangani Kontrak Kerjasama dengan APEC Digital Opportunity Center (ADOC)</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/12/yosl-oic-tandatangani-kontrak-kerjasama-dengan-apec-digital-opportunity-center-adoc/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/12/yosl-oic-tandatangani-kontrak-kerjasama-dengan-apec-digital-opportunity-center-adoc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 07:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Orangutan Information</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[adoc]]></category>
		<category><![CDATA[apec]]></category>
		<category><![CDATA[asus]]></category>
		<category><![CDATA[asus foundation]]></category>
		<category><![CDATA[cdoc]]></category>
		<category><![CDATA[itc4d]]></category>
		<category><![CDATA[mobile cdoc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Rilis Pers: Kamis, 2 Desember 2010 yang lalu, bertempat di Gedung Rektorat Kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) menandatangani kontrak kerjasama (MoU) dengan APEC Digital Opportunity Center (ADOC) yang merupakan salah satu program utama dari APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dalam kontrak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Rilis Pers:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kamis, 2 Desember 2010 yang lalu, bertempat di Gedung Rektorat Kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) menandatangani kontrak kerjasama (MoU) dengan <strong><a title="ADOC 2.0 Website" href="http://www.apecdoc.org/" target="_blank">APEC Digital Opportunity Center (ADOC)</a> </strong>yang merupakan salah satu program utama dari <strong>APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)</strong> pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dalam kontrak kerjasama ini YOSL-OIC, mendapatkan hibah 16 buah notebook dari ADOC yang merupakan sumbangan dari <a title="ASUS Foundation - Digital Opportunity Center - Kompas" href="http://tekno.kompas.com/read/2010/12/01/0004566/ASUS.Foundation.Tambah.Tujuh.Digital.Opportunity.Center" target="_blank"><strong>ASUS Foundation Taiwan</strong></a> untuk mendukung program Mobile CDOC.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/DSCF4197.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-98" title="ADOC MoU Signing in Banda Aceh" src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/12/DSCF4197-300x225.jpg" alt="ADOC MoU Signing in Banda Aceh" width="300" height="225" /></a>Program Mobile CDOC sendiri merupakan salah satu bagian dari program <a title="CDOC Webpage" href="http://cdoc.orangutancentre.org" target="_blank"><strong>CDOC (Conservation and Digital Opportunity Centre)</strong></a> yang telah berjalan sejak Januari 2010, dimana program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Leuser terutama para pemandu wisata untuk mengembangkan ekowisata melalui media teknologi informasi, memberikan pelayanan pusat pelatihan teknologi informasi dan publikasi online tentang TNGL bagi  masyarakat lokal di sekitar Bukit Lawang dan Tangkahan. CDOC juga berfungsi utama sebagai pusat informasi konservasi bersama-sama dengan masyarakat lokal dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang arti pentingnya TNGL, konservasi dan ekowisata yang berkelanjutan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di CDOC adalah:</strong></p>
<ul>
<li>Pelatihan Komputer dan Teknologi Informasi gratis kepada Masyarakat dan Para pemandu ekowisata secara berkesinambungan</li>
<li> Pelayanan internet gratis kepada masyarakat dan pengunjung kawasan ekowisata Bukit Lawang dan Tangkahan</li>
<li> Internet dan perpustakaan keliling masuk desa terpencil di sekitar kawasan TNGL</li>
<li> Taman bacaan bagi masyarakat dan pengunjung</li>
<li> Dukungan website bagi lembaga lokal</li>
<li> Pendidikan konservasi dan lingkungan hidup</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saat ini CDOC telah dibuka di dua lokasi ekowisata di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yaitu di Bukit Lawang dan Tangkahan, selain itu mobile CDOC juga membantu pencapaian tujuan program CDOC dengan aktif bergerak memberikan pelayanan internet dan perpustakaan keliling dan juga penyuluhan konservasi dan lingkungan hidup ke dusun-dusun di sekitar Bukit Lawang dan Tangkahan yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).</p>
<p style="text-align: justify;">Selain YOSL-OIC, di tempat dan waktu yang sama, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh juga menandatangani kontrak kerjasama dengan ADOC dan mendapatkan hibah berupa 20 buah PC untuk melengkapi perangkat komputer Pusat IT Unsyiah yang pembangunannya juga didanai oleh bantuan dari Pemerintah dan kalangan swasta Taiwan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadir dalam penandatanganan kontrak kerjasama ini, antara lain Prof. Darni M. Daud, Rektor Universitas Syiah Kuala, Ms. Diana Hai-Yen Sai, Managing Director of ADOC Secretariat, Institute for Information Indutsry Taiwan, Ms. Ivy Lee, Chief Operation Officer, Asus Foundation Taiwan, Panut Hadisiswoyo, Founding Directory YOSL-OIC, Prof. Samsu Rizal, Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala, David Dellatore, Scientific Directory YOSL-OIC, Mr. Samuel Ko, Assistant to the Representative Taiwan Economic and Trade Office (TETO) Jakarta dan Mr. Wei-Ping Jia, CEO Bamboo Community University Association (BCUA) Taiwan. Sementara penandatanganan MoU ini sendiri dikoordinir oleh Taufik Fuadi Abidin, Ph.D, Ketua jurusan Program Studi Informatika Universitas Syiah Kuala dan Mr. Jose Chen, Project Manager Institute for Information Industry Taiwan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/12/yosl-oic-tandatangani-kontrak-kerjasama-dengan-apec-digital-opportunity-center-adoc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/program-mitigasi-konflik-manusia-dan-satwa-liar/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/program-mitigasi-konflik-manusia-dan-satwa-liar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 17:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.48/MENHUT II/2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa liar dikeluarkan pemerintah dilatar belakangi oleh semakin meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar belakangan ini. Satwa liar yang sering berkonflik antara lain Gajah, Harimau, Orangutan, Buaya dan lain-lain.  Konflik antara manusia dan satwa liar terjadi akibat adanya interaksi negatif secara langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/SOS_Edit_hocruweb.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/SOS_Edit_hocruweb-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.48/MENHUT II/2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa liar dikeluarkan pemerintah dilatar belakangi oleh semakin meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar belakangan ini. Satwa liar yang sering berkonflik antara lain Gajah, Harimau, Orangutan, Buaya dan lain-lain.  Konflik antara manusia dan satwa liar terjadi akibat adanya interaksi negatif secara langsung maupun tidak langsung antara manusia dan satwa liar.</p>
<p style="text-align: justify">Berdasarkan peraturan tersebut setiap daerah membentuk kelembagaan penaggulangan konflik yaitu, Pertama: Tim Koordinasi penaggulangan konflik manusia dan satwa liar yang diketuai oleh Gubernur/Wakil Gubernur/Sekretaris daerah. Kedua:Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar yang diketuai oleh Kepala Balai Besar/Balai Konservasi sumber Daya Alam.</p>
<p style="text-align: justify">Salah satu upaya mendukung implementasi PP Menteri Kehutanan No.:P.48/MENHUT II/2008, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) membuat program Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar. YOSL-OIC  dalam pelaksanaan program ini lebih terfokus kepada Orangutan Sumatera.</p>
<p style="text-align: justify">Pada pelaksanaan program ini YOSL-OIC sebagai Mitra Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA-SU) lebih terfokus kepada penanggulangan konflik manusia dan orangutan. Untuk menanggulangi konflik satwa manusia dan satwa liar YOSL-OIC tidak dapat bekerja sendiri, oleh sebab itu dalam menjalankan program ini juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang konsen terhadap konservasi seperti Unesco Jakarta, WCS-IP, YEL-SOCP, FFI-SECP, Vesswic dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Aktivitas Program</em></p>
<p style="text-align: justify"><em> </em><em>Survei      Sosial</em></p>
<p style="text-align: justify">Survei ini dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi mengenai konflik manusia dan satwa liar. Survei telah dilaksankan di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Langkat (Kec. Besitang, Kec. Sei Lepan, Kec. Bahorok dan Kec. Kutambaru) yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser</p>
<p style="text-align: justify"><em>Pembentukan      tim penanggulangan konflik manusia dan Orangutan</em></p>
<p style="text-align: justify">YOSL-OIC memiliki tim respon penanggulangan konflik manusia dan orangutan (<strong><em>HOCRU-Human Orangutan Conflict Respon Unit</em></strong>). Tim ini bertugas dilapangan melakukan mitigasi terhadap orangutan yang masuk ke kawasan perladangan masyarakat dan menghalau orangutan tersebut kembali kehutan serta mengumpulkan data dan informasi potensi konflik dilapangan.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Membuat      SMS Centre sebagai pusat informasi kejadian konflik manusia dan orangutan</em></p>
<p style="text-align: justify">SMS Centre telah dibangun yang bertujuan untuk penyampaian informasi adanya konflik di masyarakat. Jika ada informasi adanya konflik tim HOCRU akan turun kelapangan untuk pengecekan lokasi kejadian dan jika dimungkinkan orangutan tersebut akan di mitigasi/dihalau kembali kehutan.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Penyadartahuan      dan Workshop mitigasi konflik manusia dan orangutan kepada masyarakat</em></p>
<p style="text-align: justify">Tim HOCRU juga bertugas untuk menyampaikan informasi mengenai cara penanggulangan konflik manusia dan satwa liar kepada masyarakat, Dan bersama-sama membuat alat sederhana (meriam karbit) yang akan digunakan untuk menghalau orangutan untuk kembali ke kawasan hutan.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Pendataan      lokasi potensi konflik manusia dan satwa liar</em></p>
<p style="text-align: justify">Tim HOCRU melakukan pendataan potensi konflik di kebun-kebun masyarakat dan juga mencari tahu metode-metode yang digunakan masyarakat dalam melindungi tanaman  kebunnya dari gangguan satwa liar.</p>
<p style="text-align: justify">Kedepan YOSL-OIC akan mengajak masyarakat lokal untuk berperan serta menanggulangi konflik manusia dan satwa liar dengan membentuk <em>community patrol mitigation human wildlife conflict</em>. Dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar sehingga masyarakat merasa aman dan konservasi satwa liar terus berjalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/program-mitigasi-konflik-manusia-dan-satwa-liar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyuluhan Tentang Global Warming ke SMP Negeri 7 Medan</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/penyuluhan-tentang-global-warming-ke-smp-negeri-7-medan/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/penyuluhan-tentang-global-warming-ke-smp-negeri-7-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 03:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan global warming]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan ke sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[school visit]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 7 Medan]]></category>
		<category><![CDATA[smpn 7 medan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at (19/11/10), SMP Negeri 7 Medan kedatangan tim dari Divisi Education &#38; Awareness YOSL &#8211; OIC. Kedatangan tim ini dalam bentuk kegiatan school visit (kunjungan sekolah) untuk memberikan penyuluhan kepada siswa tentang pentingnya konservasi alam dan pelestarian lingkungan hidup. Di dalam tim ini juga bergabung seorang fotografer asal London, Inggris, Layton Thompson yang baru pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/100_2944.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-80" title="School Visit ke SMP Negeri 7 Medan" src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/100_2944-300x225.jpg" alt="School Visit ke SMP Negeri 7 Medan" width="300" height="225" /></a>Jum&#8217;at (19/11/10), SMP Negeri 7 Medan kedatangan tim dari Divisi Education &amp; Awareness YOSL &#8211; OIC. Kedatangan tim ini dalam bentuk kegiatan school visit (kunjungan sekolah) untuk memberikan penyuluhan kepada siswa tentang pentingnya konservasi alam dan pelestarian lingkungan hidup. Di dalam tim ini juga bergabung seorang fotografer asal London, Inggris, Layton Thompson yang baru pertama kali datang ke Indonesia dan bergabung sebagai volunteer (relawan) untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh YOSL &#8211; OIC.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Mahmud selaku Kepala SMP Negeri 7 Medan dengan didampingi Bapak Sahrul selaku pembina Komunitas Hijau dan diikuti oleh 38 orang siswa/i yang tergabung dalam Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan. Dalam sambutannya, bapak kepala sekolah menyampaikan bahwa sangat bergembira dengan terjalinnya kerjasama dengan YOSL &#8211; OIC yang mau memberikan bimbingan kepada siswa/i SMP Negeri 7 Medan dalam mengembangkan sikap dan perilaku sadar dan peduli lingkungan terutama Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan. Bapak kepala sekolah juga menyampaikan akan mendukung sepenuhnya program-program yang akan dilakukan oleh Komunitas Hijau sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah dan beliau berharap kegiatan penyuluhan seperti ini tidak hanya diberikan kepada siswa/i SMP Negeri 7 Medan tetapi juga dapat dikembangkan ke sekolah-sekolah lain di kota Medan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/SMP-7-Medan-1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-85" title="School Visit ke SMP Negeri 7 Medan" src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/SMP-7-Medan-1-300x225.jpg" alt="School Visit ke SMP Negeri 7 Medan" width="300" height="225" /></a>Dalam kesempatan ini Layton juga memperkenalkan diri kepada siswa/i yang hadir dan menyatakan rasa bangganya kepada siswa/i yang tergabung dalam Komunitas Hijau serta sangat mendukung adanya kelompok ini. Pesan yang disampaikan oleh Layton kepada siswa/i yaitu untuk bersama-sama melindungi dan melestarikan alam dan lingkungan di bumi ini karena bumi adalah tempat tinggal kita bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan school visit yang dilakukan bersama siswa/i Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan antara lain: pemutaran film lingkungan berjudul &#8220;Home Sweet Home&#8221;, penyampaian materi tentang global warming disertai diskusi interaktif, dan pemutaran film berjudul &#8221; Ozzy si Ozon&#8221; serta dibukanya perpustakaan keliling untuk siswa/i yang tidak bisa ikut bergabung di ruangan untuk mengikuti kegiatan school visit.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/SMP-7-Medan-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" title="School Visit ke SMP Negeri 7 Medan" src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/SMP-7-Medan-2-300x225.jpg" alt="School Visit ke SMP Negeri 7 Medan" width="300" height="225" /></a>&#8220;Saat ini bumi kita telah rusak karena berbagai aktivitas manusia seperti polusi yang disebabkan asap pabrik maupun kendaraan bermotor serta penggunaan energi yang boros. Harapan kita semua di masa yang akan datang bumi tidak semakin rusak tapi bisa bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman&#8221;, demikian pendapat Nadira salah seorang anggota Komunitas Hijau setelah menonton film yang ditayangkan. Dimas juga menyampaikan bahwa kita semua dapat menyelamatkan bumi jika kita mau sadar dan peduli seperti menanam pohon untuk mengurangi polusi dan menghambat laju pemanasan global. Tim YOSL &#8211; OIC berharap kepada adik-adik Komunitas Hijau dapat menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. (indra pong)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/penyuluhan-tentang-global-warming-ke-smp-negeri-7-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemah Bersama Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/kemah-bersama-komunitas-hijau-smp-negeri-7-medan/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/kemah-bersama-komunitas-hijau-smp-negeri-7-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 08:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemah]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas hijau]]></category>
		<category><![CDATA[OIC]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 7 Medan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[SMP Negeri 7 Medan mengadakan kegiatan KEMSA (Kemah Bersama) yang diikuti oleh 4 organisasi ekskul yang ada di sekolah tersebut: PMR (Palang Merah Remaja), Pramuka, Pencak Silat, dan sebuah organisasi ekskul yang baru terbentuk di tahun 2010 yaitu Komunitas Hijau (Green Community). KEMSA ini dilaksanakan pada tanggal 5-7 November 2010 yang berlokasi di areal PTPN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">SMP Negeri 7 Medan mengadakan kegiatan KEMSA (Kemah Bersama) yang diikuti oleh 4 organisasi ekskul yang ada di sekolah tersebut: PMR (Palang Merah Remaja), Pramuka, Pencak Silat, dan sebuah organisasi ekskul yang baru terbentuk di tahun 2010 yaitu Komunitas Hijau (Green Community). KEMSA ini dilaksanakan pada tanggal 5-7 November 2010 yang berlokasi di areal PTPN 2 Bumi Perkemahan Sibolangit. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan kemah ini sebanyak 228 siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">KEMSA ini merupakan kegiatan kemah pertama yang diikuti oleh Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan yang diikuti sebanyak 31 siswa sekaligus momen untuk melantik anggota Komunitas Hijau yang baru saja terbentuk. Selama mengikuti kegiatan kemah, Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan didampingi oleh Tim dari YOSL &#8211; OIC (Yayasan Orangutan Sumatera Lestari &#8211; Orangutan Information Centre) yang memberikan materi-materi tentang konservasi alam dan pelestarian lingkungan hidup. Pada malam hari siswa mendapatkan materi dan menyaksikan pemutaran film lingkungan dari Tim OIC. Materi yang disampaikan antara lain Pengenalan Tentang Kawasan Hutan dan Manfaat Pohon sedangkan film yang ditayangkan adalah Leuser Sumber Kehidupan. Materi-materi lain disampaikan dalam bentuk games konservasi antara lain warna-warni hutan, detektif hutan, penebang pohon, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0119.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-75" src="http://id.orangutancentre.org/wp-content/uploads/2010/11/IMG_0119-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Semoga dengan terbentuknya Komunitas Hijau di SMP Negeri 7 Medan dapat mendorong generasi muda untuk peduli terhadap alam dan lingkungannya. Tim OIC juga berharap anggota Komunitas Hijau dapat lebih mandiri dalam segala hal. Tidak hanya kesadaran yang diperlukan dalam menyelamatkan alam dan lingkungan tetapi juga kepedulian untuk berbuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat atas terbentuknya Komunitas Hijau SMP Negeri 7 Medan. Selamat berjuang adik-adik Komunitas Hijau untuk melestarikan alam dan lingkungan. Lakukan dari hal yang kecil, lakukan mulai dari sekarang, lakukan dari diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/kemah-bersama-komunitas-hijau-smp-negeri-7-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Taman Nasional?</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/apa-itu-taman-nasional/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/apa-itu-taman-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 09:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Orangutan Information</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Di Negara kita masih banyak orang yang tidak mengetahui tentang apa itu Taman Nasional. Hal ini dikarenakan minimnya informasi yang sampai ke masyarakat luas, bahkan masyarakat yang berbatasan dengan Taman Nasional itu sendiri pun masih banyak yang tidak mengerti arti Taman Nasional, fungsi dan juga manfaatnya. Artikel berikut ini mungkin dapat memberikan pengetahuan dan pemaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di Negara kita masih banyak orang yang tidak mengetahui tentang apa itu Taman Nasional. Hal ini dikarenakan minimnya informasi yang sampai ke masyarakat luas, bahkan masyarakat yang berbatasan dengan Taman Nasional itu sendiri pun masih banyak yang tidak mengerti arti Taman Nasional, fungsi dan juga manfaatnya. Artikel berikut ini mungkin dapat memberikan pengetahuan dan pemaman kita tentang Taman Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengertian Taman Nasional</p>
<p style="text-align: justify;">Secara gamblang Taman Nasional dapat diartikan sebagai ”daerah/kawasan/areal atau tanah yang dilindungi oleh negara”.  Taman Nasional sendiri dapat diartikan sebagai tanah yang dilindungi, biasanya oleh pemerintah pusat, dari perkembangan manusia dan polusi. Taman Nasional merupakan kawasan yang dilindungi (protected area) oleh World Conservation Union Kategori II.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah Taman Nasional</p>
<p style="text-align: justify;">Gagasan kata Taman Nasional pertama kali diperkenalkan pertama kali  sekitar abad ke-19 tepatnya pada tahun 1810 seorang berkebangsaan inggris yang juga seorang puitris yang bernama William Wordsworth yang menggambarkan Danau District sebagai &#8220;sebuah bagian dari hak milik nasional di mana setiap orang memiliki hak bagi yang memiliki mata untuk menerima dan sebuah hati untuk menikmati&#8221;.  Inilah awal perjalanan sejarah Taman Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Disisi lain seorang pelukis bernama George Catlin merasa kekhawatir akan masa depan penduduk asli Amerika dengan segala keajaiban alamnya yang dia temui  dalam perjalananannya menuju Amerika barat 1932, beliu menulis bahwa apa  yang dia lihat itu dapat dilindungi agar tetap ada dan lestari.  Dia menuliskan “Oleh kebijakan pemerintah untuk melindungi&#8230; dalam sebuah taman yang luar biasa&#8230; Sebuah Taman Nasional, berisikan manusia dan hewan, di keliaran dan kesegaran dari keindahan alami mereka!”Mungkin hal ini dia sampaikan kepada pemerintah amerika pada masa itu.  Untuk melindungi keindahan alami yang dia lihat selama dalam perjalanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita  mimpi George Catlin untuk melindungi apa yang pernah dia lihat tersebut baru dapat terealisasi pada masa pemerintahan presiden Amerika Abraham Lincoln, dimana presiden Amerika tersebut menandatangani &#8220;Act of Congress&#8221; pada 30 Juni 1864. Saat itu presiden Amerika tersebut menetapkan Lembah Yosemite dan Mariposa Grove di Giant Sequoia (Negara bagian California) Menjadi Taman Nasional Yosemite.  Inilah kali pertama usaha pemerintahan Amerika Melindungi dan menetapkan sebuah kawasan menjadi kawasan yang dilindungi. Namun visi Taman Nasional di Yosemite belum begitu jelas dan belum lengkap dan pengelolaannya masih dipegang oleh kepala negara bagian.  Yosemite sendiri tidak menjadi Taman Nasional secara legal hingga 1 Oktober 1890.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1872, kawasan daerah Yellowstone diresmikan sebagai Taman Nasional.  Inilah Taman Nasional pertama di dunia dalam sejarah dunia. Namur tidak seperti Yosemite dimana pemerintah negara bagian menjadi penanggung jawab kawasan tersebut,  di Taman Nasional Yellowstone tidak ada pemerintah negara bagian yang melindunginya, sehingga Pemerintah Federal mengambil alih tanggung jawab kawasan tersebut secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengikuti jejak diresmikannya Yellowstone sebagai Taman Nasional, negara-negara lainpun  ikut meresmikan kawasan-kawasan yang mereka pandang pantas menjadi Taman Nasional. Di Australia, kawasan yang bernama Royal di sebelah selatan Sydney diresmikan sebagai Taman Nasional Royal pada tahun  1879. Berikutnya tahun 1887 di Negara Kanada, daerah Gunung Rocky juga diresmikan menjadi Taman Nasional dengan nama  Banff National Park, inilah Taman Nasional pertama di Kanada. Selanjutnya Selandia Baru memiliki Taman Nasional pertamanya pada 1887. Di Eropa Taman Nasional pertama diresmikan pada 1910 di Swedia. Setelah   PD II banyak Taman Nasional diresmikan di seluruh dunia.  Taman Nasional terbesar yang pernah di tetapkan sepanjang sejarah adalah Northeast Greenland National Park, yang didirikan sejak tahun 1974.</p>
<p style="text-align: justify;">Taman Nasional Di Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">Di indonesia sendiri hingga tahun 2006, telah ditetapkan 50 kawasan yang telah ditetapkan menjadi Taman Nasional  yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia.  Untuk pulau bali dan Nusa Tenggara trdapat enam (6) Taman Nasional, di pulau Jawa  ada dua belas (12) Taman Nasional, di pulau kalimantann ada delapan (8) Taman Nasional, di pulau maluku dan irian jaya ada lima (5) Taman Nasional, di pulau sulawesi ada (8) Taman Nasional ,dan di pulau sumatera ada sebelas (11) Taman Nasional, enam (6) diantaranya ditetapkan sebagai situs warisan dunia (World Heritage Sites).</p>
<p style="text-align: justify;">Pembagian Taman Nasional di indonesia dibagi dalam dua kategori yaitu :Taman Nasional darat dan tanam nasional laut.  Total jumlah luasan Taman Nasional yang ada di indonesia hingga tahun 2004 tercatat telah mencapai 16.380.491.64 Ha dengan perincian untuk darat 12.336.950.34 Ha sedangkan laut 4.043.541.30 Ha</p>
<p style="text-align: justify;">Kriteria Taman Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menetapkan sebuah kawasan menjadi sebuah Taman Nasional, ada beberap kriteria yang harus dimiliki oleh sebuah kawasan atau daerah yang akan di rekomendasikan menjadi Taman Nasional, diantaranya adalah;</p>
<p style="text-align: justify;">1. Kawasan tersebut memiliki luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami.<br />
2. Memiliki sumber daya alam yang khas dan unik berupa tumbuhan ataupun satwa danekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh/alami.<br />
3. Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh.<br />
4. Memiliki keadaan alam yang asli dan alami yang dapat dikembangkan sebagai pariwisata alam.<br />
5. Merupakan kawasan yang dapat dibagi kedalam beberapa zona, seperti zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan zona yang lain yang karena pertimbangan kepentingan rehabilitasi kawasan, ketergantungan masyarakat sekitar kawasan, dan dalam rangka mendukung upaya pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, dapat ditetapkan sebagai zona tersendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu Taman Nasional yang ada di Indonesia dan berada di pulau sumatera adalah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).  Taman Nasional gunung leuser adalah salah satu Taman Nasional yang memiliki hutan asli yang merupakan rumah bagi mamalia besar yang saat ini kondisinya sudah diambang kepunahan (Endegred spesies) diantaranya adalah; Gajah sumatera, Badak sumatera, Harimau Sumatera, dan Orangután sumatera.  TNGL juga telah di tetapkan sebagai Cagar Biosfer (CB) bersama TN. Gunung Gede pangrango, TN. Tanjung Puting, TN.Lore Lindu, TN. Komodu, TN.Pulau Siberut oleh UNESCO.   Pada  tahun 1984 TNGL ditetapkan sebagai ASEAN Park Heritage, terakhir TNGL ditetapkan sebagai salah satu  Tropical Rainforest of Sumatera Seja tahun 2004 oleh UNESCO dengan luasan 1.094.692 Ha bersama TN. Kerinci Seblat dan TN. Bukit Barisan Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">First published by Ari Azhari (OIC Staff) in <a title="Apa itu Taman Nasional?" href="http://www.rareplanet.org/en/blog-post/taman-nasional" target="_blank"><strong>Rare Planet</strong> <strong>Blog</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk informasi lebih lengkap tentang Taman Nasional di Indonesia klik link2 berikut (dari website dephut.go.id)</p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Berikut ini daftar Taman Nasional yang ada di Indonesia:</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="75%" align="center">
<tbody>
<tr align="center" valign="middle">
<td width="34%" height="27"><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #330066; font-size: x-small;"><a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sumatera.htm">Taman        Nasional di Pulau Sumatera</a></span></strong></td>
<td width="36%"><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #330066; font-size: x-small;"><a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_jawa.htm">Taman        Nasional di Pulau Jawa</a></span></strong></td>
<td width="30%"><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #330066; font-size: x-small;"><a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bali_nt.htm">Taman        Nasional di Bali dan Nusa Tenggara</a></span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">1. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_leuser.htm">Gunung        Leuser</a> <sup><span style="color: #ff0000;">*) </span></sup> <span style="color: #ff0000;"><sup>**)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">1. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_ujungkulon.htm">Ujung        Kulon</a> <span style="color: #ff0000;"><sup>**)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">1. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_balibarat.htm">Bali        Barat</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">2. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_siberut.htm">Siberut </a> <span style="color: #ff0000;"><sup>*)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">2. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kepulauanseribu.htm">Kepulauan        Seribu </a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">2. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_rinjani.htm">Gunung        Rinjani </a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">3. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kerinciseblat.htm">Kerinci        Seblat </a> <span style="color: #ff0000;"><sup>**)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">3. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_halimun.htm">Gunung        Halimun</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">3. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_komodo.htm">Komodo</a> <span style="color: #ff0000;"><sup>*) **)</sup></span></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">4. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bukit30.htm">Bukit        Tigapuluh</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">4. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_gedepangrango.htm">Gunung        Gede Pangrango</a> <sup><span style="color: #ff0000;">*)</span></sup></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">4. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_manupeu.htm">Manupeu        Tanah Daru</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">5. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bukitduabelas.htm">Bukit        Duabelas </a> </span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">5. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_karimun.htm">Karimunjawa</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">5. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_laiwangi.htm">Laiwangi        Wanggameti</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">6. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_berbak.htm">Berbak</a> <sup><span style="color: #ff0000;">***)</span></sup></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">6. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bromo.htm">Bromo        Tengger Semeru </a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">6.<a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kelimutu.htm"> Kelimutu</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">7. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sembilang.htm">Sembilang</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">7. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_merubetiri.htm">Meru        Betiri</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">8.<a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bukitbarisan.htm"> Bukit Barisan Selatan</a> <span style="color: #ff0000;"><sup>**)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">8.<a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_baluran.htm"> Baluran</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">9. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_waykambas.htm">Way        Kambas</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">9. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_alaspurwo.htm">Alas        Purwo</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">10.      <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/Menu_tnbg.htm">Batang      Gadis</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">10.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/TN_GnMerapi.htm">Gunung Merapi</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">11.      <a href="http://www.wwf.or.id/tessonilo/" target="_blank">Tesso      Nilo</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">11.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/skep/skmenhut/135_04.htm">Gunung Merbabu</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">12.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/skep/skmenhut/424_04.htm">Gunung Ciremai</a></span></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3"><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td height="27"><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #330066; font-size: x-small;"><a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kalimantan.htm">Taman        Nasional di Pulau Kalimantan</a></span></strong></td>
<td><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #330066; font-size: x-small;"><a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sulawesi.htm">Taman        Nasional di Pulau Sulawesi</a></span></strong></td>
<td><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #330066; font-size: x-small;"><a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_maluku_papua.htm">Taman        Nasional di Maluku dan Papua</a></span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> 1. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_palung.htm">Gunung        Palung</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> 1. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bunaken.htm">Bunaken</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">1. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_manusela.htm"> Manusela</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">2. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sentarum.htm">Danau        Sentarum</a> <span style="color: #ff0000;"><sup>***)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">2. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bogani.htm"> Bogani Nani Wartabone</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">2.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/skep/skmenhut/397_04.htm">Aketajawe &#8211; Lolobata</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">3. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_betung.htm">Betung        Kerihun</a> </span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">3.<a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_lorelindu.htm"> Lore Lindu</a> <span style="color: #ff0000;"><sup>*)</sup></span></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">3. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_telukcendra.htm">Teluk        Cendrawasih</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">4. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bukitbaka.htm">Bukit        Baka-Bukit Raya </a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">4. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_takabonerate.htm">Taka        Bonerate </a> </span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">4. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_lorentz.htm"> Lorentz</a> <sup><span style="color: #ff0000;">**)</span></sup></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">5. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_puting.htm"> Tanjung Puting</a> <sup><span style="color: #ff0000;">*)</span></sup></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> 5. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_aopa.htm">Rawa        Aopa Watumohai </a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">5. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_wasur.htm">Wasur</a></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">6. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kutai.htm">Kutai </a> </span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> 6. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_wakatobi.htm">Wakatobi</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">7. <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kayanmentarang.htm">Kayan        Mentarang </a> </span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">7.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/skep/skmenhut/418_04.htm">Kepulauan Togean</a></span></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">8.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/skep/skmenhut/423_04.htm">Sebangau</a></span></td>
<td><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;">8.     <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/skep/2004/398_04.htm">Bantimurung &#8211; Bulusaraung</a></span></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><map name="TN">
<area shape="poly" coords="10,45,27,43,103,96,160,147,151,174,142,185,121,187,20,67" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sumatera.htm" alt="Taman Nasional di Pulau Sumatra" />
<area shape="poly" coords="190,89,251,103,281,56,297,57,312,101,288,127,270,166,250,154,214,151,202,128,188,105" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_kalimantan.htm" alt="Taman Nasional di Pulau Kalimantan" />
<area shape="poly" coords="329,99,362,94,393,81,385,102,363,130,370,157,385,171,367,184,350,202,319,185,312,154" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sulawesi.htm" alt="Taman Nasional di Pulau Sulawesi" />
<area shape="poly" coords="148,187,193,196,212,189,228,201,241,211,251,219,239,225,217,217,189,213,170,213,146,203" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_jawa.htm" alt="Taman Nasional di Pulau Jawa" />
<area shape="poly" coords="435,79,482,114,517,124,555,133,592,148,590,231,518,169,485,158,438,162,413,135,418,113" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_maluku_papua.htm" alt="Taman Nasional  di Maluku dan Papua" />
<area shape="poly" coords="255,208,299,216,338,216,367,216,392,218,414,211,418,222,380,231,367,239,350,245,331,253,303,235,285,230,269,226,257,220" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bali_nt.htm" alt="Taman Nasional di Pulau Bali dan Nusa Tenggara" /> </map>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Keterangan:</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><span style="color: #ff0000;"><sup>*)</sup></span> <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/PHPA/TAMNAS/cagar_biosfer.htm">Cagar Biosfer</a></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><span style="color: #ff0000;"><sup>**) </sup></span> World Heritage Sites</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><sup><span style="color: #ff0000;">***)</span></sup> Ramsar Sites</span></p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/apa-itu-taman-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OIC Amankan Orangutan Milik Warga Tasbi</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/oic-amankan-orangutan-milik-warga-tasbi/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/oic-amankan-orangutan-milik-warga-tasbi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 09:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Orangutan Information</dc:creator>
				<category><![CDATA[OIC Dalam Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN&#124;OB – Orangutan yang merupakan salah 1 hewan yang dilindunggi oleh negara kembali ditemukan oleh Orangutan Information Centre (OIC) di komplek perumahan Taman Setia Budi Indah Blok QQ No 20. Direktur OIC, Panut Hadisiswoyo kepada wartawan, tadi sore, mengatakan, pihaknya mendapatkan info dari masyarakat setempat yang mengetahui adanya orangutan yang dipelihara di sekitar rumahnya. “Adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MEDAN|OB – Orangutan yang merupakan  salah 1 hewan yang dilindunggi oleh negara kembali ditemukan oleh  Orangutan Information Centre (OIC) di komplek perumahan Taman Setia Budi  Indah Blok QQ No 20.</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur OIC, Panut Hadisiswoyo kepada  wartawan, tadi sore, mengatakan, pihaknya mendapatkan info dari  masyarakat setempat yang mengetahui adanya orangutan yang dipelihara di  sekitar rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Adanya ketegasan dari BKSDA (badan konservasi sumber daya alam) untuk menindak pelaku pemeliharaan satwa liaranya,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menjelaskan, pemilik rumah sangat  jarang ditemui,  orangnya agak susah bergaul dalam artian si pemilik  bersikap tertutup kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Memang jalur penjualan satwa liar  terutama orangutan. Ada beberapa satwa liar yang dilindungi yang  dipelihara di rumah blok QQ tersebut. Adapun satwa liar tersebut diduga  burung belibis, burung kakak tua, mentok rawa dan landak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara menurut satpam Iskandar, yang  mengaku adik pemilik rumah mengatakan, dirinya sudah 1 minggu tinggal di  rumah trsebut dan selama itu juga dirinya mengakui bahwa ada orangutan  yang dipelihara di rumah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengakui, orangutan tersebut dibeli  di Singkil dan pemilik rumah juga bernama Iskandar, saat ini sedang  berada di Jakarta dan menurut dia akan kembali malam ini juga. [ww]</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://obrolanbisnis.com/oic-amankan-orangutan-milik-warga-tasbi/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/oic-amankan-orangutan-milik-warga-tasbi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBKSDA Sumut Sita Satu Bayi Orangutan</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/bbksda-sumut-sita-satu-bayi-orangutan/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/bbksda-sumut-sita-satu-bayi-orangutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 09:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Orangutan Information</dc:creator>
				<category><![CDATA[OIC Dalam Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[MedanBisnis – Medan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara akhirnya, Jumat (29/10) berhasil menyita seekor bayi orangutan Sumatera dari sebuah rumah di Kompleks Taman Setia Budi Indah, Medan. Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera, Panut Hadisiswoyo di Medan, Jumat (29/10), mengatakan, penyitaan orangutan berusia dua tahun yang diberi nama Willy itu memang sudah tepat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MedanBisnis – Medan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara akhirnya, Jumat (29/10) berhasil menyita seekor bayi orangutan Sumatera dari sebuah rumah di Kompleks Taman Setia Budi Indah, Medan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera, Panut Hadisiswoyo di Medan, Jumat (29/10), mengatakan, penyitaan orangutan berusia dua tahun yang diberi nama Willy itu memang sudah tepat, karena diatur Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Keragaman Hayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Orangutan Sumatera adalah satu dari sekian banyak satwa langka yang dilindungi sehingga tidak boleh dipelihara masyarakat.  Penyitaan baru berhasil Jumat setelah upaya pertama Selasa lalu gagal dilakukan karena istri Iskandar&#8211;pemilik hewan&#8211; itu menolak menyerahkan orangutan tersebut dengan alasan belum mendapat izin suaminya yang sedang berada di luar kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Panut dan anggota dari Forum Konservasi Orangutan Sumatera itu ikut dalam aksi penyitaan tersebut.    Penyitaan orangutan itu juga sempat berlangsung tegang, karena  pemilik satwa merasa keberatan dengan kehadiran wartawan yang meliputi kegiatan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Seharusnya kasus ini juga dibawa ke jalur hukum untuk menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang memelihara hewan yang dilindungi pemerintah,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat, ujar Panut, masih tetap bandel atau ngotot memelihara orangutan meski sudah mengetahui bahwa tindakan itu dilarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Panut berharap, BBKSDA Sumut menepati janjinya untuk membawa kasus pemeliharaan hewan yang dilindungi itu  ke jalur hukum. (ant)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/10/30/5780/bbksda_sumut_sita_satu_bayi_orangutan/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/bbksda-sumut-sita-satu-bayi-orangutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orangutan Diboyong ke Balai Karantina</title>
		<link>http://id.orangutancentre.org/2010/11/orangutan-diboyong-ke-balai-karantina/</link>
		<comments>http://id.orangutancentre.org/2010/11/orangutan-diboyong-ke-balai-karantina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 09:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Orangutan Information</dc:creator>
				<category><![CDATA[OIC Dalam Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.orangutancentre.org/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN-Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut menyita paksa seekor satwan langka yang dilindungi orangutan bernama Willy berusia 2 tahun, dari seorang penghuni rumah di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah Medan, Jumat (29/10) sore pukul 18.00 WIB. Proses penyitaan sempat berlangsung alot, setelah pemilik rumah tidak simpatik dengan kehadiran petugas dan wartawan. Sejak awal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img title="Orangutan Diboyong ke Balai Karantina" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/10/orangutan-yang-disekap.jpg" alt="Orangutan Diboyong ke Balai Karantina" width="350" height="433" /><p class="wp-caption-text">Orangutan Diboyong ke Balai Karantina</p></div>
<p>MEDAN-Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut menyita paksa seekor satwan langka yang dilindungi orangutan bernama Willy berusia 2 tahun, dari seorang penghuni rumah di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah Medan, Jumat (29/10) sore pukul 18.00 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penyitaan sempat berlangsung alot, setelah pemilik rumah tidak simpatik dengan kehadiran petugas dan wartawan. Sejak awal, petugas BKSDA Sumut yang datang ke kediaman milik Iskandar di Blok QQ nomor 20 di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah, Kecamatan Medan Sunggal ini sempat kesulitan, setelah sebelumnya pemilik rumah enggan membuka pintu.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski akhirnya petugas berhasil masuk, namun negosiasi untuk menyita orangutan bernama willy kembali menemui jalan buntu, karena pemilik rumah enggan menyerahkan kunci kandang orangutan yang terbuat dari jerjak besi yang dipelihara Iskandar di depan rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap Iskandar pun sempat membuat petugas BKSDA berang. Karena perbuatan Iskandar merupakan sebagai bentuk pelanggaran hukum, karena telah memelihara satwa dilindungi negara di luar pengawasan BKSDA. Apalagi larangan pemeliharaan orangutan, jelas telah diatur dalam undang-undang mengingat populasi satwa ini yang semakin sedikit.<br />
Ketua Forum Konservasi Orang Utan Sumatera, Panut Hadisiswoyo pada wartawan Jumat (29/10) mengatakan, petugas yang tetap memaksa, akhirnya membuat pemilik rumah melunak.</p>
<p style="text-align: justify;">‘’ Tanpa membuang-buang waktu, petugas langsung mengeluarkan Willy dari kandangnya. Sempat terjadi kepanikan saat orangutan berusia 2 tahun yang telah berada di tangan Iskandar sejak sebulan lalu tersebut, tidak mau masuk ke dalam kandang evakuasi,” beber Panut.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya,  petugas BKSDA pun membawa Willy dengan cara menggendongnya. Rencananya,  untuk memeriksa kondisi Willy, petugas langsung membawanya ke Balai Karantina Orangutan di Sembahe, Kecamatan Sibolangit Deli Serdang. (rud)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/10/64823/orangutan-diboyong-ke-balai-karantina.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.orangutancentre.org/2010/11/orangutan-diboyong-ke-balai-karantina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

