Program Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.48/MENHUT II/2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa liar dikeluarkan pemerintah dilatar belakangi oleh semakin meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar belakangan ini. Satwa liar yang sering berkonflik antara lain Gajah, Harimau, Orangutan, Buaya dan lain-lain.  Konflik antara manusia dan satwa liar terjadi akibat adanya interaksi negatif secara langsung maupun tidak langsung antara manusia dan satwa liar.

Berdasarkan peraturan tersebut setiap daerah membentuk kelembagaan penaggulangan konflik yaitu, Pertama: Tim Koordinasi penaggulangan konflik manusia dan satwa liar yang diketuai oleh Gubernur/Wakil Gubernur/Sekretaris daerah. Kedua:Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar yang diketuai oleh Kepala Balai Besar/Balai Konservasi sumber Daya Alam.

Salah satu upaya mendukung implementasi PP Menteri Kehutanan No.:P.48/MENHUT II/2008, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) membuat program Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar. YOSL-OIC  dalam pelaksanaan program ini lebih terfokus kepada Orangutan Sumatera.

Pada pelaksanaan program ini YOSL-OIC sebagai Mitra Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA-SU) lebih terfokus kepada penanggulangan konflik manusia dan orangutan. Untuk menanggulangi konflik satwa manusia dan satwa liar YOSL-OIC tidak dapat bekerja sendiri, oleh sebab itu dalam menjalankan program ini juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang konsen terhadap konservasi seperti Unesco Jakarta, WCS-IP, YEL-SOCP, FFI-SECP, Vesswic dan lain-lain.

Aktivitas Program

Survei Sosial

Survei ini dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi mengenai konflik manusia dan satwa liar. Survei telah dilaksankan di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Langkat (Kec. Besitang, Kec. Sei Lepan, Kec. Bahorok dan Kec. Kutambaru) yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser

Pembentukan tim penanggulangan konflik manusia dan Orangutan

YOSL-OIC memiliki tim respon penanggulangan konflik manusia dan orangutan (HOCRU-Human Orangutan Conflict Respon Unit). Tim ini bertugas dilapangan melakukan mitigasi terhadap orangutan yang masuk ke kawasan perladangan masyarakat dan menghalau orangutan tersebut kembali kehutan serta mengumpulkan data dan informasi potensi konflik dilapangan.

Membuat SMS Centre sebagai pusat informasi kejadian konflik manusia dan orangutan

SMS Centre telah dibangun yang bertujuan untuk penyampaian informasi adanya konflik di masyarakat. Jika ada informasi adanya konflik tim HOCRU akan turun kelapangan untuk pengecekan lokasi kejadian dan jika dimungkinkan orangutan tersebut akan di mitigasi/dihalau kembali kehutan.

Penyadartahuan dan Workshop mitigasi konflik manusia dan orangutan kepada masyarakat

Tim HOCRU juga bertugas untuk menyampaikan informasi mengenai cara penanggulangan konflik manusia dan satwa liar kepada masyarakat, Dan bersama-sama membuat alat sederhana (meriam karbit) yang akan digunakan untuk menghalau orangutan untuk kembali ke kawasan hutan.

Pendataan lokasi potensi konflik manusia dan satwa liar

Tim HOCRU melakukan pendataan potensi konflik di kebun-kebun masyarakat dan juga mencari tahu metode-metode yang digunakan masyarakat dalam melindungi tanaman  kebunnya dari gangguan satwa liar.

Kedepan YOSL-OIC akan mengajak masyarakat lokal untuk berperan serta menanggulangi konflik manusia dan satwa liar dengan membentuk community patrol mitigation human wildlife conflict. Dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar sehingga masyarakat merasa aman dan konservasi satwa liar terus berjalan.

Be Sociable, Share!

Category: Review Kegiatan · Tags:

Leave A Comment