Petugas BKSDA Sumut Sita Bayi Orangutan Dari Rumah Mewah

Petugas BKSDA Sumut Sita Bayi Orangutan Dari Rumah Mewah

Petugas BKSDA Sumut Sita Bayi Orangutan Dari Rumah Mewah

MEDAN (Pos Kota) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sumatera Utara, mengamankan seekor bayi orangutan (pongo abelii) dari satu rumah mewah Komplek Taman Setia Budi Indah (Tasbi), Blok QQ No 20, Medan, Jumat (29/10) sore.

Selanjutnya binatang yang dilindungi ini dibawa ke markas Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) dan selanjutnya dikirim ke pusat karantina orangutan Sumatera di Desa Batu Mbelin, Sibolangit, Deli Serdang.

Sebelumnya, sang pemilik rumah sangat keberatan dengan niat petugas menyita orangutan tersebut. Alasan dari pemilik rumah karena suaminya Iskandar, tidak berada di Medan melainkan sedang berada di Aceh.

Pantauan Pos Kota, proses pengevakuasian orangutan ini sempat mengalami kendala. Pasalnya, istri pemilik rumah Iranida,36, sempat menghalangi petugas. Namun, setelah diberikan pengarahan akhirnya pemilik rumah Iskandar, 38, mengalah dan orangutan tersebut langsung dikeluarkan dari kandang.

Penghuni di rumah tersebut mengatakan, orangutan itu dipelihara di dalam kandang sejak seminggu yang lalu, dan mengaku tidak tahu adanya larangan memelihara orangutan.

Sementara keberadaan orangutan di rumah mewah itu diketahui menyusul informasi warga kepada OIC. Laporan itu diteruskan kepada BKSDA, badan yang berwenang melakukan penyitaan. Bayi orangutan sumatera yang kemungkinan berusia antara dua hingga tiga tahun itu, diperkirakan berasal dari Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pemilik rumah membelinya dari seseorang di Medan seharga Rp 2 juta, dan menempatkannya dalam satu kandang.

Menurut Panut Hadisiswoyo penyitaan memang harus dilakukan karena memelihara orangutan melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Penyitaan terhadap orangutan Sumatera yang dimiliki masyarakat umum terus dilakukan, karena saat ini populasi orangutan sumatera terus menurun.

Jumlahnya saat ini diperkirakan antara 6.000 hingga 6.500 ekor lagi. Populasinya semakin berkurang karena perburuan liar dan menyusutnya luas hutan.

(samosir/sir)

Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/10/29/petugas-bksda-sumut-sita-bayi-orangutan-dari-rumah-mewah

Be Sociable, Share!

Category: OIC Dalam Berita · Tags:

Leave A Comment