BBKSDA Sita Bayi Orangutan

WASPADA ONLINE

MEDAN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara akhirnya, berhasil menyita seekor bayi orangutan Sumatera dari sebuah rumah di Kompleks Taman Setia Budi Indah, Medan.

Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera, Panut Hadisiswoyo di Medan, mengatakan, penyitaan orangutan berusia dua tahun yang diberi nama Willy itu memang sudah tepat, karena diatur Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Keragaman Hayati.

Orangutan Sumatera adalah satu dari sekian banyak satwa langka yang dilindungi sehingga tidak boleh dipelihara masyarakat.

Penyitaan baru berhasil, setelah upaya pertama Selasa lalu gagal dilakukan karena isteri Iskandar, pemilik hewan itu menolak menyerahkan orangutan tersebut, dengan alasan belum mendapat izin suaminya yang sedang berada di luar kota.

Panut dan anggota dari Forum Konservasi Orangutan Sumatera itu, ikut dalam aksi penyitaan tersebut. Penyitaan orangutan itu juga sempat berlangsung tegang, karena pemilik satwa merasa keberatan dengan kehadiran wartawan yang meliputi kegiatan tersebut.

“Seharusnya kasus ini juga dibawa ke jalur hukum untuk menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang memelihara hewan yang dilindungi pemerinth,” katanya, malam ini. Masyarakat, ujar Panut, masih tetap bandel atau ngotot memelihara orangutan meski sudah mengetahui bahwa tindakan itu dilarang.

Panut berharap, BBKSDA Sumut menepati janjinya untuk membawa kasus pemeliharaan hewan yang dilindungi itu ke jalur hukum. Usai penyitaan orangutan itu, dititipkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ke Pusat Karantina Orangutan Sumatera milik YEL-SOCP di Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang.

Setelah mendapat perawatan dan diajar hidup secara bebas lagi, orangutan itu akan dilepas ke kawasan hutan antara lain ke Bukit Tigapuluh, Jambi.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat08/antara)

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=153189:bbksda-sita-bayi-orangutan&catid=15:sumut&Itemid=28

Be Sociable, Share!

Category: OIC Dalam Berita · Tags:

Leave A Comment