Willy agar Disita!

Medan, Kompas – Forum Konservasi Orangutan Sumatera mendesak agar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara segera menyita orangutan bernama Willy yang dipelihara warga di Perumahan Taman Setiabudi Indah.

Orangutan yang dipelihara di tengah permukiman dapat membahayakan warga sekitar karena penularan berbagai penyakit dari hewan berbulu lebat itu.

Demikian antara lain yang disampaikan Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera (Fokus) Panut Hadisiswoyo bersama beberapa rekannya di kantor Yayasan Ekosistem Lestari, Medan, Rabu (27/10). ”Orangutan yang dirawat di Taman Setiabudi Indah itu sedang sakit sehingga harus segera ditangani secara baik. Kalau dibiarkan, dia bisa jadi sumber penyakit,” kata Panut.

Penyakit yang dapat ditularkan Willy antara lain tifus, hepatitis, herpes, cacingan, dan tuberkulosis. Willy juga mudah stres jika terpapar asap rokok. Willy yang diperkirakan berumur 2,5 tahun itu kini sedang menderita diare, kurap, dan flu.

Pemiliknya menempatkannya di kandang persis di tepi jalan sehingga mudah terpapar oleh asap dan debu. Warga di sekitar kandang tersebut juga mudah sekali menjalin kontak dengan Willy.

”Kami sering melihat-lihat orangutan itu. Dia lucu. Banyak juga anak-anak yang bermain di dekat kandangnya,” kata Arni (40), yang tinggal di rumah sekitar 100 meter dari kandang Willy.

Sebelumnya, Panut dan rekan- rekannya mendatangi rumah pemilik Willy dengan mengundang Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara untuk menyita orangutan tersebut. Belasan wartawan ikut hadir dalam rencana penyitaan tersebut.

Namun, pemilik Willy, Iranida, menolaknya. ”Tunggu suami saya pulang. Kalian tidak bisa mengambilnya begitu saja. Tidak bisa,” kata Iranida.

Dia merasa dipermalukan oleh Panut dan teman-temannya karena mereka mengajak serta wartawan.

”Memangnya kami ini penjahat kelas kakap, kok bawa-bawa wartawan segala,” omelnya.

Petugas BBKSDA dan Panut kemudian berdiskusi dengan Iranida. Panut berusaha meyakinkan bahwa memelihara orangutan melanggar Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Secara terpisah, Kepala BBKSDA Sumut Djati Witjaksono Hadi menjelaskan bahwa rencana penyitaan tersebut gagal karena Fokus lebih dulu masuk ke rumah Iranida dengan membawa banyak wartawan. Hal tersebut membuat Iranida reaktif.(MHF)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/10/28/03185418/willy.agar.disita

Be Sociable, Share!

Category: OIC Dalam Berita · Tags:

Leave A Comment