BKSDA Gagal Sita Orangutan dari Rumah Mewah di Medan

Medan – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara (Sumut) gagal melakukan penyitaan terhadap bayi orangutan sumatera (pongo abelii) dari sebuah rumah mewah di Medan. Kegagalan itu menuai kritik dari lembaga konservasi di Medan.

Founder Orangutan Information Center (OIC) Panut Hadisiswoyo, menyatakan kepada wartawan, ketidakberhasilan dalam menyita orangutan itu menunjukkan ketidaktegasan BKSDA dalam bertindak.

“BKSDA tidak memiliki keinginan kuat mencegah kepunahan orangutan Sumatera. Terbukti dari tidak adanya keinginan untuk membawa kasus kepemilikan orangutan Sumatera ini ke jalur hukum,” kata Panut Hadisiswoyo kepada wartawan di Medan, Rabu (27/10/2010).

Satu hari sebelumnya, Selasa (26/10/2010) malam, Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) BKSDA Risto Sinaga memimpin proses penyitaan orangutan di sebuah rumah mewah yang berada di Blok QQ Komplek Taman Setia Budi Indah.

Penghuni di rumah tersebut mengatakan, orangutan itu dipelihara di dalam kandang sejak seminggu yang lalu, dan mengaku tidak tahu adanya larangan memelihara orangutan. Begitupun, pemilik rumah tidak bersedia menyerahkan orangutan tersebut pada malam itu. Proses penyitaan pun gagal.

Dengan situasi ini, BKSDA kemudian memberikan waktu selama tiga hari bagi pemilik menyerahkan orangutan tersebut. Selain itu, pemilik rumah sudah bersedia menjamin tidak akan menghilangkan barang bukti dengan membuat surat perjanjian..

Keberadaan orangutan di rumah mewah itu diketahui menyusul informasi warga kepada OIC. Laporan itu diteruskan kepada BKSDA, badan yang berwenang melakukan penyitaan. Bayi orangutan sumatera yang kemungkinan berusia antara dua hingga tiga tahun itu, diperkirakan berasal dari Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pemilik rumah membelinya dari seseorang di Medan seharga Rp 2 juta, dan menempatkannya dalam satu kandang.

Menurut Panut Hadisiswoyo penyitaan memang harus dilakukan karena memelihara orangutan melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Penyitaan terhadap orangutan Sumatera yang dimiliki masyarakat umum terus dilakukan, karena saat ini populasi orangutan sumatera terus menurun. Jumlahnya saat ini diperkirakan antara 6.000 hingga 6.500 ekor lagi. Populasinya semakin berkurang karena perburuan liar dan menyusutnya luas hutan.

(rul/anw)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/10/28/000232/1477023/10/bksda-gagal-sita-orangutan-dari-rumah-mewah-di-medan

Be Sociable, Share!

Category: OIC Dalam Berita · Tags:

Leave A Comment