Meningkatkan Persentase Tumbuh Dengan Metode Penyungkupan Bibit

Sungkup Bibit
Sungkup Bibit

Di dunia modern seperti sekarang ini, metode penggunaan sungkup masih sering digunakan didalam hal produksi bibit. Pengusaha-pengusaha di bidang pembibitan dan budidaya tanaman juga masih menggunakan metode ini untuk meningkatkan persentase pertumbuhan pada pembibitan mereka. Metode pembibitan dapat meningkatkan persentase pertumbuhan tanaman dikarenakan 1) Kelembaban udara bersifat tetap. 2) panas yang tercipta merata. 3)Evaporasi pada tanaman menjdi rendah, dan masih banyak hal positif lainnya yang didapat dari perlakuan penyungkupan di pembibitan.

Kelompok Tani Pelindung Leuser (KETAPEL) juga menggunakan metode ini untuk meningkatkan persentase tumbuh tanaman di pembibitan mereka. Sebelumnya hal ini tidak pernah dilakukan. Perjumpaan dengan Prof. Rusli selaku peneliti dari Badan Penelitian Kehutanan (BPK) Aek Nauli tahun 2008 silam, beliau menyarankan agar jenis-jenis tanaman keras seperti Damar, meranti, merbo, medang, dll, digunakan perlakuan penyungkupan untuk meningkatkan persentase tumbuhnya. Profesor yang juga sedang melakukan penelitian restorasi hutan di TNGL Resort Sei Betung dengan menggunakan beberapa spesies meranti ini menyarankan hal tersebut sangat baik untuk tanaman-tanaman keras.

Tahun 2009 silam KETAPEL menggunakan metode ini pada jenis-jenis tanaman keras yang sumber bibitnya berasal dari kawasan TNGL. Memang terbukti persentase pertumbuhan bibit tanaman keras tersebut cukup signifikan. Persentase pertumbuhannya mencapai 90%. Perlakuan mengunakan sungkup ini bisa dilakukan hingga 2-3 bulan. penyungkupan ini juga mempermudah perawatan bibit diantaranya; penyiraman menjadi sangat jarang (penyeiraman dilakukan 10 hari sekali). Setelah bibit berusia 2-3 bulan, sungkup dapat mulai di buka. Ini agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungannya. setelah 2-3 minggu terbuka dan terkena sinar matahari, bibit-bibit tersebut sudah bisa dipindah tanamkan.

Be Sociable, Share!

Category: Kegiatan Mitra · Tags:

Leave A Comment