Selamatkan Habitat Orangutan

Selamatkan Habitat Orangutan

Selamatkan Habitat Orangutan

SOEC Gelar Tanam Pohon

SUMATRAN Orangutan Education Consortium (SOEC) menggelar pekan peduli orangutan (PPO). Kegiatan ini mengangkat tema ‘Menanam pohon demi generasi penerus dan orangutan”. Tema ini diangkat berkaitan dengan program pemerintah yang sedang galak-galaknya menjalankan program penanaman sejuta pohon.

PPO adalah suatu agenda kegiatan setiap tahun yang dilaksanakan pada bulan November. Kegiatan ini bertujuan menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya habitat orangutan bagi kehidupan manusia dan orangutan. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Jakarta, Kalimantan sampai ke luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia.

Dalam PPO ini dilakukan kegiatan aksi damai di Jalan Gatot Subroto Medan, kunjungan sekolah, press gathering dan aksi penanaman pohon di Bukit Lawang Bahorok. Untuk kegiatan ini, panitia juga menjalin kerjasama dengan Exselso, The Body Soap, SMA Josua, Forum Komunikasi Orangitan Sumatera (Fokus) dan Dinas Pendidikan Sumut.

Untuk aksi damai 8 November lalu, melibatkan 100 peserta dengan kegiatan pembagian bibit tanaman buah kepada pengguna jalan, aksi teaterikal dan pembacaan puisi. Kunjungan ke sekolah diadakan 9 November lalu di SMA Josua Medan pada 9 November. Di sekolah ini, juga diadakan pameran konservasi oleh konsorsium, seminar dan aksi penanaman pohon di areal sekolah.

Panitia juga mengadakan diskusi dan pertunjukan drama di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (Unimed). Acara ini mengangkat tema konservasi dan penanaman pohon yang melibatkan beberapa instansi pemerintah, NGO, mahasiswa dan peserta diskusi. Sebagai penutup PPO, diadakan kemah bersama dengan aksi penanaman pohon di Bukit Lawang yang melibatkan seluruh panitia.

Pengelolaan sumber daya alam, khususnya hutan yang tidak berkelanjutan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati dan kehidupan liar. Kerusakan tersebut menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, banjir, tanah longsor dan konflik satwa dengan manusia.

Hutan merupakan satu-satunya habitat sempurna bagi semua satwa liar termasuk orangutan sumatera (pongo abelli). Dalam kehidupannya, orangutan menggantungkan kehidupannya kepada hutan habitat. Sehingga kondisi hutan sangat menentukan kelestarian orangutan yang banyak hidup di atas pohon. Orangutan ini sangat membutuhkan hutan yang terjaga dalam kondisi stabil untuk kelestarian generasi penerus di masa mendatang.

Saat ini orangutan Sumatera diambang kepunahan. Berdasarkan analisis PHVA workshop tahun 2004, orangutan Sumatera tinggal 7.000-7.500 ekor yang tersebar di 13 unit habitat terutama di Nanggroe Aceh Darussalam. Penurunan populasi orangutan disebabkan antara lain karena illegal logging, konsevasi hutan menjadi perkebunan, perburuan, diperdagangkan dan dipelihara untuk kesenangan. (*)

Panut Hadisiswoyo
Founding Director Yayasan Orangutan Sumatera Lestari- Orangutan Information Centre (YOSL-OIC)
Email: panut@orangutancentre.org

Berita ini juga dipublikasikan di Harian Sumut Pos

Be Sociable, Share!

Category: Kampanye Konservasi · Tags:

Leave A Comment