Ketemu Orangutan Pun Harus Pakai Aturan

Bukit Lawang, Bahorok, Kabupaten Langkat, Propinsi Sumatera Utara

Penggiat lingkungan di Indonesia mencatat jumlah populasi orangutan yang tersisa di Sumatera tidak lebih dari 7.000 ekor. Praktek pembukaan lahan, diversifikasi atas hutan menjadi fungsi lain merupakan persoalan utama, di samping praktek perburuan hingga persoalan pemeliharaan oleh masyarakat umum pun menjadi pemicu terus menurunnya populasi satwa satu ini.

Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) yang oleh segelintir orang tampak sebagai sosok binatang yang unik dan lucu ini memberi ketertarikan tersendiri bagi masyarakat. Lihat saja Pusat Rehabilitasi Orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser di Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hampir setiap akhir pekannya, ratusan orang berkunjung ke tempat itu untuk melihat satwa yang tengah direhabilitasi untuk kemudian dikembalikan ke habitanya itu.

Pengunjung yang datang, tak hanya warga negara asing, masyarakat lokal pun masih menyantumkan lokasi rehabilitasi orangutan sebagai salah satu tempat kunjungan ketika akhir pekan. Walau untuk menjangkau Bukit Lawang, bukanlah hal yang gampang. Sebab harus menempuh jarak 75 kilometer yang membutuhkan waktu tempuh ± 3 jam, melalui jalanan dalam kondisi  yang memperihatinkan.

Namun tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Bukit Lawang ini belum dibarengi kesadaran pemenuhan adab bertemu orangutan. Walau orangutan yang diperkirakan maksimal dapat berusia 70 tahun ini sangat rentan terhadap virus penyakit yang terbawa bersama para pengunjung.

Keinginan pengunjung untuk berdekatan langsung dengan orangutan, memberi makan, hingga perilaku buruk pengunjung menjadi persoalan terbesar yang berlangsung di Bukit Lawang. Sementara rambu-rambu yang menyampaikan adab ketika bertemu orangutan ini tidak ditemukan di tempat itu.

Ranger Balai Taman Nasional Gunung Leuser (BTNGL) Resort Bukit Lawang mengaku kalau rambu petunjuk bagi pengunjung ketika mengunjungi Bukit Lawang tidak ada lagi. Informasi petunjuk ketika bertemu orangutan hanya dapat diperoleh dari arahan petugas Kantor Pusat Informasi (Visitor Centre) Taman Nasional Gunung Leuser Bukit Lawang.
Petunjuk yang diberikan hanya berupa larangan membawa senjata api dan barang bawaan yang berlebihan. Sedangkan pengunjung yang datang melapor ke kantor tersebut sangatlah sedikit jumlahnya. Sehingga dari ratusan pengujung yang datang ke Bukit Lawang yang dapat bertemu maksimal 12 ekor orangutan di tempat itu setiap pekannya, hanya sedikit yang memiliki pemahaman tentang bagaimana sikap ketika bertemu orangutan.

Ketiadaan informasi inilah yang kemudian mendorong Sumatran Orangutan Society – Orangutan Information Centre (SOS-OIC) bekerjasama dengan Sources of Indonesia (SoI), untuk membuat film panduan bagi para pengujung ketika datang ke Bukit Lawang.

Berdurasi 15 menit, film ini menceritakan bagaimana adab pengunjung ketika berhadapan langsung dengan orangutan. Seperti halnya jarak aman bertemu orangutan minimal 7 meter, tidak berisik ketika berada di dalam kawasan rehabilitasi hingga menghindari perilaku membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.

Sumber: http://www.soindonesia.org/content/ketemu-orangutan-pun-harus-pakai-aturan

Be Sociable, Share!

Category: OIC Dalam Berita · Tags:

Leave A Comment